Duateknik umum untuk pemasangan kabel udara fiber optik - pendekatan reel bergerak dan metode reel stasioner. Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk kedua metode penyiapan ini. Menerapkan Kabel fiber Optik Udara Dengan Metode Gulungan Bergerak CaraInstalasi Kabel Fiber Optik / Cara Pasang Kabel Fiber Optik di Tiang dan Fast Connector Untuk PemulaBelajar Bareng di Group Facebook : https://www.faceb 1 Drop kabel Fiber Optik 2. Tisu 3. Alkohol 4. Fast Konektor tipe SC Cara Pemasangan Kabel Fiber Optik dengan Konektor ( Fast Konektor ) : 1. Siapkan Kabel Fiber Optik 2. Potong Kabel Obtic seperlunya Saja 3. Masukan Tutup Konektor (Cap) ke Kabel 4. Kupas kulit sepanjang 55 mm menggunakan Lab Cutter 5. Kupas dan sisakan Buffer Tube sepanjang 24 mm 6. . Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2018 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI INFORMASI DAN KOMUNIKASI GOLONGAN POKOK TELEKOMUNIKASI BIDANG INSTALASI FIBER OPTIK BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi dalam lingkungan perdagangan bebas antar negara, membawa dampak ganda, di satu sisi era ini membuka kesempatan kerjasama yang seluas-luasnya antar negara, namun di sisi lain era itu membawa persaingan semakin tajam dan ketat. Oleh karena itu, tantangan utama di masa mendatang adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor industri dan sektor jasa yang mengandalkan kemampuan penguasaaan teknologi sehingga diperlukan sumber daya manusia SDM yang handal. Pengembangan SDM perlu kita cermati karena liberalisasi pasar global ataupun perdagangan bebas dalam lingkup internasional WTO, lingkup regional APEC, lingkup sub-regional ASEAN, begitupun dengan kesepakatan GATT, AFTA yang akan segera dan beberapa bahkan telah diberlakukan di mana salah satunya adalah bebasnya tenaga kerja bekerja di seluruh negara yang menyepakatinya. Di samping itu pertimbangan yang perlu dilihat adalah pada salah satu poin dalam WTO, terdapat kesepakatan untuk mobilitas tenaga profesional dan di dalam ASEAN terdapat kesepakatan untuk MRA Mutual Recognition Arrangement. Salah satu teknologi yang dapat mengubah pola kehidupan adalah teknologi komunikasi, di mana perkembangannya sangat pesat termasuk perkembangan di dunia. Salah satu sistem komunikasi yang perlu mendapat perhatian baik dari teknologi maupun dari penyiapan SDM adalah komunikasi fiber optik. Komunikasi fiber optik, walaupun tidak banyak diketahui oleh pengguna namun pada prinsipnya menjadi tulang punggung dalam sistem komunikasi secara umum. Untuk itulah diperlukan penanganan SDM yang handal sehingga memerlukan standarisasi kompetensi bidang keahlian instalasi fiber optik untuk menjamin kualitas pekerjaan. Standarisasi pekerjaan dapat dilakukan dengan menciptakan hubungan timbal balik antara dunia usaha/industri dengan lembaga diklat baik pendidikan formal, informal maupun satuan/divisi yang dikelola oleh industri itu sendiri dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Salah satu bentuk hubungan timbal balik tersebut adalah pihak dunia usaha/industri harus dapat merumuskan standar kebutuhan kualifikasi SDM yang diinginkan, untuk menjamin kesinambungan usaha atau industri tersebut. Standar kebutuhan kualifikasi SDM tersebut diwujudkan dalam standar kompetensi bidang keahlian yang merupakan refleksi atas kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh sekelompok orang atau seseorang yang sedang atau akan bekerja di bidang keahlian tersebut. Di samping itu, standar tersebut harus memiliki kesetaraan dan relevansinya terhadap standar yang berlaku pada sektor industri di negara lain, bahkan berlaku secara internasional. Bidang keahlian instalasi fiber optik merupakan bidang profesi yang sedang berkembang dan harus dikembangkan lebih lanjut karena hampir seluruh komunikasi internet baik dalam lingkup kecil, lingkup kota, lingkup antar kota bahkan antar negara dan benua menggunakan sistem komunikasi fiber optik. Di Indonesia, jaringan fiber optik telah menghubungkan seluruh propinsi bahkan jaringan di perkantoran sudah bermigrasi ke sistem komunikasi ini. Saat ini peranan komunikasi, khususnya dalam hal kecepatan sistem komunikasi, sangat menentukan perkembangan ekonomi. Fiber to the home merupakan slogan yang telah menjadi kenyataan di negara-negara maju dan juga di beberapa kota besar di Indonesia. Perkembangan itu telah membuat bidang keahlian fiber optik menjadi kegiatan bisnis yang semakin marak, melibatkan modal besar, dan banyak tenaga kerja. Kecepatan perkembangannya pun berlomba dengan kesiapan tenaga penunjang pada profesi ini. Karena itu perlu disiapkan suatu standar yang dapat menjadi acuan bagi tenaga kerja yang berkecimpung dalam profesi ini, baik dalam posisinya dalam jenjang ketenagakerjaan maupun dalam perencanaan pendidikan penunjangnya. Standarisasi yang ada sekarang tidak mungkin menahan laju perkembangan bidang komunikasi fiber optik. Tetapi dengan melihat apa yang telah terjadi baik di negeri orang maupun di negeri sendiri, diharapkan usaha membuat acuan ini dapat mengantisipasi perkembangan jangka panjang dalam menghadapi perkembangan teknologi sistem komunikasi fiber optik. Teknisi pada prinsipnya adalah orang/sekelompok orang profesional yang memahami secara mendalam tentang pekerjaannya. Oleh karena itu, untuk mengetahui seberapa dalam tingkat pemahamannya diperlukan suatu standar kompetensi. Analisis kompetensi merupakan langkah utama untuk penyusunan β€œStandar Kompetensi Kerja” bidang pekerjaan tertentu, antara lain bidang keahlian instalasi fiber optik. Analisis ini dipersiapkan sebagai pegangan atau tolok ukur penilaian kapasitas kemampuan untuk menduduki jabatan kerja teknisi instalasi fiber optik. Jabatan kerja yang dimaksud harus jelas dan pasti posisinya dalam klasifikasi dan kualifikasinya, pada umumnya di lingkungan jasa informasi dan komunikasi. Kedudukan teknisi dalam sebuah pekerjaan sangatlah penting karena kualitas pekerjaan secara teknis adalah tanggungjawab dari teknisi, sehingga harus mempunyai standar kompetensi tertentu. Standar kompetensi untuk teknisi inilah yang akan dibahas dan dibuat dalam SKKNI Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Lingkup penyusunan SKKNI ini dibatasi pada teknisi instalasi fiber optik indoor dan outdoor di darat saja, tidak mencakup instalasi yang lain seperti instalasi komunikasi wireless, satelit, dan kabel laut. Teknisi instalasi fiber optik merupakan bagian dari teknisi yang berkecimpung dalam bidang komunikasi. Pekerjaan instalasi fiber optik memerlukan keahlian khusus karena sifatnya merupakan teknologi maju dan teknologi terkini. Oleh karena itu ada beberapa hal yang diprasyaratkan bagi yang akan bekerja dalam profesi ini menyangkut wawasan, keterampilan, kepekaan dan kreativitas. Dalam bidang keahlian instalasi fiber optik hal yang harus dikuasai sebagai prakondisi sebelum bekerja adalah 1. Sikap Kerja Attitude Bekerja sebagai teknisi di bidang komunikasi membutuhkan manusia yang sadar akan tugasnya sebagai pelaksana lapangan yang harus menjamin kualitas pekerjaannya. Sikap kerja yang dibutuhkan antara lain disiplin, teliti, hati-hati, dan bisa bekerja sama. 2. Pengetahuan dan Keterampilan Knowledge and Skill Teknisi instalasi fiber optik harus memiliki pengetahuan dasar komunikasi dan keterampilan khusus dalam penanganan fiber optik. Pengetahuan dasar yang dimaksud antara lain meliputi Pengetahuan utama tentang prinsip komunikasi fiber optik harus dipahami setiap teknisi untuk membedakan antara komunikasi fiber optik dengan komunikasi lainnya. ο‚· Pengetahuan tentang cara kerja sistem komunikasi fiber optik. ο‚· Pengetahuan tentang komponen fiber optik dengan segala spesifikasi, jenis dan standar kode pewarnaannya. ο‚· Pengetahuan lain yang menunjang sistem komunikasi secara umum. Sedangkan keterampilan meliputi keterampilan instalasi fiber optik secara keseluruhan baik terminasi, penyambungan maupun keterampilan menggunakan peralatan yang dipakai dan cara pemeliharaannya. B. Pengertian 1. Standar kompetensi kerja adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan jabatan. 2. Standar Kompetensi kerja Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan jabatan yang ditetapkan berdasarkan perundang-undangan. 3. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. 4. Fiber optik adalah media transmisi cahaya yang terbuat dari gelas yang digunakan sebagai saluran komunikasi. Fiber optik sering juga disebut sebagai serat optik. 5. Komunikasi fiber optik adalah sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai sinyal pembawa informasi dan kabel fiber optik sebagai media transmisinya. 6. Instalasi fiber optik adalah cara pemasangan kabel fiber optik, yang bisa terpasang di ruangan/gedung, di udara, ditanam langsung di tanah, atau ditanam melalui duct, sebagai media transmisi cahaya pada sistem komunikasi fiber optik. 7. Teknisi instalasi fiber optik adalah tenaga kerja yang mempunyai tugas dalam pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan kabel fiber optik sesuai spesifikasi teknis. 8. Spesifikasi teknis adalah seperangkat prasyaratan tertulis secara eksplisit untuk memenuhi kepuasan pelanggan terhadap materi, produk, atau jasa yang harus disampaikan oleh penerima tugas. 9. Optical Time Domain Reflectometer OTDR adalah alat yang menggunakan prinsip pantulan atau hamburan balik cahaya di dalam fiber optik yang berfungsi antara lain untuk mengukur panjang fiber optik yang terpasang, mengukur faktor redaman attenuation fiber optik, dan rugi sambungan. 10. OTDR trace adalah gambar yang berisi informasi mengenai hasil pengukuran menggunakan OTDR. 11. Power meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya cahaya. 12. Standard Operating Procedure SOP adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada dalam suatu organisasi/perusahaan yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan serta penggunaan fasilitas yang dilakukan oleh orang-orang dalam organisasi/perusahaan berjalan secara efisien, efektif, konsisten, dan sistematis. 13. Troubleshooting adalah pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. 14. Peta as planned drawing adalah gambar yang memberikan informasi instalasi fiber optik yang direncanakan. 15. Peta as built drawing adalah gambar yang memberikan informasi instalasi fiber optik yang telah dilakukan. 16. Komisioning adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian fungsi suatu peralatan atau sistem untuk membuktikan bahwa peralatan atau sistem tersebut dipasang dengan benar dan memenuhi spesifikasi teknisnya sehingga aman dan siap dioperasikan. C. Penggunaan SKKNI Standar Kompetensi dibutuhkan oleh beberapa lembaga/institusi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan kebutuhan masing- masing 1. Untuk institusi pendidikan dan pelatihan a. Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum. b. Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian, dan sertifikasi. 2. Untuk dunia usaha/industri dan penggunaan tenaga kerja a. Membantu dalam rekruitmen. b. Membantu penilaian unjuk kerja. c. Membantu dalam menyusun uraian jabatan. d. Membantu dalam mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasar kebutuhan dunia usaha/industri. 3. Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi a. Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan levelnya. b. Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi. D. Komite Standar Kompetensi Susunan komite standar kompetensi pada Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia RSKKNI bidang keahlian instalasi fiber optik melalui keputusan Sekretaris Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informasi Nomor tanggal 9 Juli 2015 dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Susunan komite standar kompetensi RSKKNI Bidang Keahlian Instalasi Fiber Optik Kepala Badan Litbang SDM Kominfo Kementerian Komunikasi dan Informasi Kepala Puslitbang Literasi dan Profesi Kominfo Kementerian Komunikasi dan Informasi Sekretaris Badan litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Sekretaris Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer APTIKOM Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Ketua Umum Ikatan Profesi Komputer dan Iformatika Indonesia IPKIN Ikatan Profesi Komputer dan Iformatika Indonesia Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia ISKI Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi LSP TIK Indonesia Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi Adapun susunan tim perumus Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia RSKKNI bidang keahlian instalasi fiber optik melalui surat tugas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Kominfo Kementerian Komunikasi dan Informasi Nomor 518/BLSDM-5/ tanggal 21 Agustus 2015 dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Susunan tim perumus RSKKNI Bidang Keahlian Instalasi Fiber Optik Pusat Penelitian Fisika LIPI Pusat Penelitian Fisika – LIPI /Himpunan Optika Indonesia Ir. Tomi Budi Waluyo, M. Pusat Penelitian Fisika –LIPI Universitas Pelita Harapan/Himpunan Optika Indonesia Telkom Profesional Certification Center Pusat Penelitian Fisika –LIPI Fak. Teknik Elektro Telkom University, Bandung Kementerian Komunikasi dan Informasi Susunan tim verifikator Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia RSKKNI Bidang Keahlian Instalasi Fiber Optik dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Susunan Tim verifikator RSKKNI Bidang Keahlian Instalasi Fiber Optik Puslitbang Literasi dan Profesi SDm Komunikasi dan Informasi Puslitbang Literasi dan Profesi SDm Komunikasi dan Informasi Puslitbang Literasi dan Profesi SDm Komunikasi dan Informasi BAB II STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA A. Peta Kompetensi Menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dalam instalasi kabel fiber optik Mengembangkan kemampuan untuk bekerja secara mandiri maupun berkelompok Mengembangkan kemampuan diri Melaksanakan pekerjaan secara individu Menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja K3 Menggunakan alat ukur dan alat bantu Melakukan interaksi sosial Melakukan komunikasi di tempat kerja Melaksanakan pekerjaan secara tim Melaksanakan instalasi kabel fiber optik Melakukan pemasangan kabel fiber optik Merencanakan instalasi fiber optik berdasarkan peta as planned drawing Memasang kabel fiber optik ruangan/ gedung Memasang kabel fiber optik udara Memasang kabel fiber optik tanam langsung Memasang kabel fiber optik duct Melakukan terminasi kabel fiber optik Mengoperasikan power meter Memasang konektor fiber optik Melakukan penyambungan kabel fiber optik Melaksanakan penyambungan fiber optik dengan fusion splicer Melaksanakan penyambungan fiber optik dengan mechanical splice Melakukan evaluasi jaringan Mengoperasikan OTDR Optical Time Domain Reflectometer Melaksanakan evaluasi instalasi fiber optik menggunakan OTDR Melakukan troubleshooting atas masalah pada instalasi fiber optik Melaksanakan komisioning dan ujiterima acceptance test instalasi fiber optik B. Daftar Unit Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Secara Individu Menerapkan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 Menggunakan Alat Ukur dan Alat Bantu Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja Melaksanakan Pekerjaan Secara Tim Merencanakan Instalasi Fiber Optik Berdasarkan Peta As Planned Drawing Memasang Kabel Fiber Optik Ruangan/Gedung Memasang Kabel Fiber Optik Udara Memasang Kabel Fiber Optik Tanam Langsung Memasang Kabel Fiber Optik Duct Mengoperasikan Power Meter Memasang Konektor Fiber Optik Melaksanakan Penyambungan Fiber Optik dengan Fusion Splicer Melaksanakan Penyambungan Fiber Optik dengan Mechanical Splice Mengoperasikan OTDR Optical Time Domain Reflectometer Melaksanakan Evaluasi Instalasi Fiber Optik Menggunakan OTDR Melakukan Troubleshooting atas Masalah pada Instalasi Fiber Optik Melaksanakan Komisioning dan Uji Terima Acceptance Test Instalasi Fiber Optik C. Uraian Unit-Unit Kompetensi KODE UNIT JUDUL UNIT Melaksanakan Pekerjaan Secara Individu DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan secara individu. 1. Mempersiapkan pekerjaan Jenis pekerjaan diidentifikasi sesuai tugas individu di tempat kerja. Waktu pelaksanaan pekerjaan direncanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 2. Melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Faktor-faktor yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan diidentifikasi berdasarkan situasi dan kondisi yang dihadapi. 3. Melakukan evaluasi kinerja Hasil kerja dievaluasi berdasarkan spesifikasi yang ditentukan. Kritik dan saran dievaluasi sesuai lingkup pekerjaan. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk mempersiapkan pekerjaan, melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan, dan melakukan evaluasi kinerja, yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan secara individu. Faktor-faktor yang dapat menghambat pelaksanaan kerja antara lain adalah cuaca, lingkungan yang berbahaya, kecelakaan, kelangkaan bahan, kerusakan peralatan, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Alat tulis Peralatan yang sesuai dengan tugas kerja Perlengkapan Formulir-formulir kerja Buku manual 3. Peraturan yang diperlukan Tidak ada. 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP melaksanakan pekerjaan secara individu PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melaksanakan pekerjaan secara individu. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Keorganisasian Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 Keterampilan Membaca Menulis Menghitung Mengorganisasikan beban kerja Menyelesaikan masalah Melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan menentukan jenis pekerjaan sesuai dengan tugas Ketepatan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan KODE UNIT JUDUL UNIT Menerapkan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja K3. 1. Mengikuti prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 di tempat kerja Prosedur K3 ditaati ketika melakukan pekerjaan berdasarkan ketentuan di tempat kerja. Mengindentifikasi peralatan K3 yang diperlukan sesuai dengan ketentuan di tempat kerja. 2. Memelihara keselamatan diri Peralatan K3 digunakan sesuai dengan instruksi. Aktivitas yang membahayakan dihindari sesuai dengan ketentuan di tempat kerja. 3. Mengkomunikasikan prosedur K3 Prosedur K3 dikomunikasikan kepada rekan kerja sesuai ketentuan di tempat kerja. Kecelakaan kerja atau keadaan darurat dilaporkan kepada petugas yang berwenang sesuai prosedur di tempat kerja. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk mengikuti prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, memelihara keselamatan diri, dan mengkomunikasikan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja, yang digunakan untuk menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3. Prosedur K3 antara lain adalah langkah-langkah untuk menjaga kondisi tempat kerja yang bersih dan aman, menggunakan alat pelindung, membuang sampah dengan baik dan benar, mematuhi peraturan tentang K3, dll. Peralatan K3 antara lain adalah alat pelindung diri helm, sepatu, sarung tangan, kaca mata pelindung, dll., alat pengaman kerja seperti alat pemadam kebakaran ringan, obat dan peralatan P3K Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, dll. Aktivitas yang membahayakan adalah aktivitas yang dapat mengakibatkan kerusakan atau mencelakakan diri sendiri dan/atau orang lain. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Alat Pengaman Diri APD Alat P3K Perlengkapan Dokumen tentang prosedur K3 Panduan kerja untuk bekerja di tempat yang berbahaya 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP menerapkan prosedur K3 PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam menerapkan prosedur K3. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Pedoman/peraturan keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan pekerjaan Prinsip-prinsip umum K3 yang berhubungan dengan faktor lingkungan Bahaya yang timbul di tempat kerja Keterampilan Menggunakan Alat Pelindung Diri APD Menggunakan Alat Pengaman Kerja APK 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti Hati-hati 5. Aspek kritis Ketepatan menaati prosedur K3 Ketepatan mengidentifikasi peralatan K3 KODE UNIT 2 JUDUL UNIT Menggunakan Alat Ukur dan Alat Bantu Kerja DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menggunakan alat ukur dan alat bantu kerja. 1. Mempersiapkan alat ukur dan alat bantu Alat ukur dan alat bantu kerja diinventarisasi sesuai kebutuhan. Alat ukur dan alat bantu kerja diperiksa kondisinya berdasarkan petunjuk penggunaannya. 2. Mengoperasikan alat ukur Alat ukur dioperasikan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Hasil pengukuran dicatat sesuai dengan instruksi kerja. Alat ukur disimpan kembali di tempat semula setelah selesai digunakan sesuai ketentuan di tempat kerja. 3. Menggunakan alat bantu Alat bantu digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Alat bantu disimpan kembali di tempat semula setelah selesai digunakan sesuai ketentuan di tempat kerja. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk mempersiapkan alat ukur dan alat bantu, mengoperasikan alat ukur, dan menggunakan alat bantu, yang digunakan untuk menggunakan alat ukur dan alat bantu kerja. Alat ukur dan alat bantu kerja adalah peralatan yang umum digunakan untuk pengukuran dasar dan membantu pelaksanaan pekerjaan seperti pita ukur roll meter, jangka sorong, mikrometer sekrup, voltmeter, kalkulator, obeng, tang, kunci inggris, alat potong, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Tempat penyimpanan tool box untuk alat ukur dan alat bantu Perlengkapan Buku manual alat ukur dan alat bantu Formulir pencatatan hasil pengukuran 3. Peraturan yang diperlukan Tidak ada. 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP menggunakan alat ukur dan alat bantu kerja PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam menggunakan alat ukur dan alat bantu kerja. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Prinsip kerja alat ukur dan alat bantu kerja yang digunakan Tugas pekerjaan yang dilakukan Keterampilan Melaksanakan pengukuran Menggunakan alat bantu 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan mengoperasikan alat ukur Ketelitian mencatat hasil pengukuran Ketepatan menggunakan alat bantu KODE UNIT JUDUL UNIT Membuat Laporan Tertulis DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam membuat laporan tertulis. 1. Merencanakan pembuatan laporan Format laporan diidentifikasi sesuai ketentuan di tempat kerja. Data dan informasi dikumpulkan berdasarkan keperluan pembuatan laporan. Laporan ditulis sesuai format yang ditentukan di tempat kerja. Laporan ditulis sesuai kaidah bahasa yang baik dan benar. Format dan isi laporan diperiksa ulang agar sesuai dengan ketentuan di tempat kerja. Laporan diserahkan kepada pejabat yang berwenang sesuai ketentuan di tempat kerja. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk merencanakan pembuatan laporan, menulis laporan, dan menyerahkan laporan, yang digunakan untuk membuat laporan tertulis. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Komputer Perlengkapan Alat Tulis Kantor ATK 3. Peraturan yang diperlukan Tidak ada. 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP membuat laporan tertulis PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam membuat laporan tertulis. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Memahami format laporan yang dipakai Menulis informasi, proses pelaksanaan dan hasil pelaksanaan kerja Pekerjaan yang relevan dengan pekerjaan yang dilakukan Sumber informasi yang diperlukan untuk membuat laporan Keterampilan Menulis sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan Membuat laporan menggunakan komputer 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan mengidentifikasikan format penulisan laporan Ketepatan mengumpulkan data dan informasi Ketepatan menyerahkan laporan KODE UNIT 2 JUDUL UNIT Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam melakukan komunikasi di tempat kerja. 1. Mengidentifikasi prosedur dan metode komunikasi Prosedur komunikasi diidentifikasi sesuai ketentuan di tempat kerja. Metode komunikasi diidentifikasi sesuai ketentuan di tempat kerja. 2. Melakukan komunikasi dengan atasan, rekan kerja, dan klien Berbicara, bertanya, dan mendengarkan penjelasan ke/dari atasan, rekan kerja, dan klien dilakukan secara efektif dan efisien sesuai prosedur. Kritik dan saran dari atasan, rekan kerja, dan klien dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan kinerja sesuai lingkup pekerjaan. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk mengidentifikasi prosedur dan metode komunikasi, serta melakukan komunikasi dengan atasan, rekan kerja, dan klien yang digunakan untuk melakukan komunikasi di tempat kerja. Prosedur komunikasi antara lain adalah prosedur menggunakan telepon, menggunakan e-mail, mematuhi instruksi, diskusi, menanyakan sesuatu, dll. Metode komunikasi antara lain adalah instruksi verbal, memo, presentasi, menggunakan jaringan komputer, menggunakan telepon/faksimil, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Handphone Telepon Alat komunikasi lainnya Perlengkapan Formulir atau lembar kerja Alamat e-mail Fasilitas Short Message Service SMS 3. Peraturan yang diperlukan Tidak ada. 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP melakukan komunikasi di tempat kerja PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melakukan komunikasi di tempat kerja. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Teknik komunikasi Tata bahasa dan kosa kata Teknik diskusi Keterampilan Berbicara Bertanya Mendengarkan Menulis pesan, pertanyaan dan jawaban 4. Sikap kerja yang diperlukan Aktif berkomunikasi Terbuka open minded 5. Aspek kritis Ketepatan mengidentifikasi prosedur dan metode komunikasi Ketepatan menanggapi kritik dan saran dari atasan, rekan kerja, dan klien KODE UNIT JUDUL UNIT Melaksanakan Pekerjaan Secara Tim DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan secara tim. 1. Mempersiapkan pekerjaan yang ditugaskan Hak, kewajiban, dan tugas yang harus dikerjakan dalam tim diidentifikasi sesuai instruksi. Jadwal pelaksanaan pekerjaan dipersiapkan berdasarkan jadwal kerja tim. 2. Melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan Pekerjaan dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama rekan dalam tim sesuai ketentuan di tempat kerja. Pekerjaan diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. 3. Melakukan evaluasi kinerja Tingkat capaian kinerja tim dievaluasi berdasarkan jadwal kerja yang ditentukan. Kritik dan saran dari rekan kerja dalam tim dijadikan masukan untuk meningkatkan kinerja. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk mempersiapkan pekerjaan yang ditugaskan, melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan, dan melakukan evaluasi kinerja, yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan secara tim. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Perangkat teknologi untuk mendukung tercapainya komunikasi yang lebih efektif dan efisien Perlengkapan Aturan atau mekanisme pelaksanaan pekerjaan secara tim Instruksi kerja masing-masing anggota tim 3. Peraturan yang diperlukan Tidak ada. 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di perusahaan Standar SOP melaksanakan pekerjaan secara tim PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melaksanakan pekerjaan secara tim. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Teknik komunikasi yang efektif Dasar-dasar pengembangan diri Keorganisasian SOP untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu Pembagian kerja tim team work Keterampilan Melakukan komunikasi secara efektif Merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan individu berdasarkan pekerjaan tim secara keseluruhan, sesuai dengan prosedur standar Melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan yang disepakati Melakukan koordinasi dengan seluruh anggota tim Menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja baik secara individual maupun secara tim 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti Kerjasama 5. Aspek kritis Ketepatan mengidentifikasi hak, kewajiban, dan tugas dalam tim Ketepatan berkoordinasi bersama rekan dalam tim KODE UNIT JUDUL UNIT Merencanakan Instalasi Fiber Optik Berdasarkan Peta As Planned Drawing DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk merencanakan instalasi fiber optik berdasarkan peta as planned drawing. 1. Merencanakan lokasi pengerjaan instalasi fiber optik Topologi jaringan diidentifikasi secara cermat dan benar berdasarkan peta as planned drawing. Jumlah dan tempat terminasi ditentukan sesuai kebutuhan. Jumlah dan lokasi belokan kabel diidentifikasi sesuai dengan keadaan lokasi. Jumlah dan lokasi penyambungan diidentifikasi sesuai dengan keadaan lokasi. Lokasi penarikan kabel ditentukan berdasarkan keadaan lapangan. 2. Merencanakan kegiatan instalasi fiber optik Jadwal pelaksanaan instalasi direncanakan berdasarkan instruksi. Jumlah personil yang terlibat ditentukan sesuai kebutuhan. Perijinan yang diperlukan disiapkan sesuai ketentuan. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk merencanakan lokasi pengerjaan dan merencanakan kegiatan instalasi fiber optik, yang digunakan untuk merencanakan instalasi fiber optik berdasarkan peta as planned drawing pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Peta as planned drawing Komputer Perlengkapan Daftar peralatan dan bahan untuk instalasi fiber optik 3. Peraturan yang diperlukan Tidak ada. 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP merencanakan instalasi fiber optik PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam merencanakan instalasi fiber optik berdasarkan peta as planned drawing. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Membaca peta as planned drawing Topologi jaringan Keterampilan Merencanakan instalasi Menggunakan komputer 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan mengidentifikasikan topologi jaringan Kecermatan merencanakan jadwal pelaksanaan instalasi KODE UNIT JUDUL UNIT Memasang Kabel Fiber Optik Ruangan/Gedung DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk memasang kabel ruangan/gedung. 1. Merencanakan pemasangan Lokasi pemasangan kabel fiber optik diidentifikasi sesuai dengan instruksi kerja. Kebutuhan peralatan, sarana dan material diidentifikasi sesuai instruksi kerja. 2. Mempersiapkan kabel fiber optik dan peralatan pendukung Kabel fiber optik dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan pemakaian. Peralatan pendukung disiapkan sesuai ketentuan pemasangan. 3. Melakukan pemasangan kabel fiber optik Pemasangan dilakukan berdasarkan jalur route yang telah direncanakan. Kelengkungan kabel fiber optik dijaga sesuai dengan persyaratan regulasi dan spesifikasi pabrik. Bagian-bagian kabel fiber optik yang melewati jalur belokan dan yang keluar dari gedung diberi tambahan pengaman untuk menghindari kerusakan sesuai instruksi. Setiap ujung kabel fiber optik diberikan tambahan panjang yang cukup spare loop sesuai instruksi. 4. Mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik Hasil pemasangan kabel fiber optik diperiksa kembali sesuai prosedur. Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan sesuai prosedur. Peralatan dan sisa kabel fiber optik disimpan kembali sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk merencanakan pemasangan, mempersiapkan kabel fiber optik dan peralatan pendukung, melakukan pemasangan kabel fiber optik, mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik, dan membuat laporan, yang digunakan untuk memasang kabel fiber optik dalam ruangan/gedung pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Cable reel Cable grip Perlengkapan Kabel fiber optik ruangan/gedung Perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 Buku panduan instruction manual dari semua peralatan 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP memasang kabel fiber optik ruangan/gedung PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melakukan pemasangan kabel fiber optik ruangan/gedung. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Jenis-jenis kabel fiber optik Membuat laporan Keterampilan Menarik kabel fiber optik Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti Kerjasama 5. Aspek kritis Ketepatan mengidentifikasikan lokasi pemasangan kabel fiber optik Ketepatan menyiapkan peralatan pendukung sesuai ketentuan pemasangan Ketepatan melakukan pemasangan sesuai jalur route yang telah direncanakan Ketepatan menentukan diameter lengkungan kabel fiber optik sesuai dengan persyaratan regulasi dan spesifikasi pabrik KODE UNIT JUDUL UNIT Memasang Kabel Fiber Optik Udara DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam memasang kabel fiber optik udara. 1. Merencanakan pemasangan Lokasi pemasangan kabel fiber optik diidentifikasi sesuai dengan instruksi. Kebutuhan peralatan, sarana dan material diidentifikasi sesuai instruks. 2. Menyiapkan kabel fiber optik dan perlengkapan pendukung Kabel fiber optik dipersiapkan sesuai instruksi. Jenis kabel fiber optik dipastikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Peralatan dan perlengkapan pendukung disiapkan sesuai instruksi. Tiang beton/besi dipastikan siap sesuai dengan instruksi. 3. Melakukan pemasangan kabel fiber optik Penjepit kabel/klem dan rol kabel pulley dipasang pada setiap tiang yang akan dipakai sebagai tumpuan dalam penarikan sesuai prosedur. Tali penarik dipasang pada kabel sesuai dengan instruksi. Kabel ditarik melalui pulley dengan panjang maksimum 1 km sekali penarikan sesuai prosedur. Kelenturan kabel diatur sebesar 2% dari lebar gawang atau jarak antar tiang sesuai prosedur. Jari-jari lengkungan bending radius dipastikan minimum 20 kali diameter kabel pada saat melalui rute tikungan/belokan sesuai prosedur. Tambat awal/akhir dipasang pada tiang setelah selesai penarikan sesuai instruksi kerja. Spare/slack dibuat sepanjang 5 m atau menurut instruksi kerja pada masing-masing ujung kabel untuk penyambungan dengan radius gulungan minimum 60 cm sesuai prosedur. 4. Mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik Hasil pemasangan kabel fiber optik diperiksa kembali sesuai prosedur. Sisa kabel fiber optik, peralatan dan perlengkapan disimpan kembali sesuai prosedur. Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai prosedur. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk merencanakan pemasangan, menyiapkan kabel fiber optik dan perlengkapan pendukung, melakukan pemasangan kabel fiber optik, mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik, dan membuat laporan, yang digunakan untuk memasang kabel fiber optik udara pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Alat untuk menaikan/menurunkan kabel Alat untuk menarik kabel Alat komunikasi Perlengkapan Kabel fiber optik udara Tiang beton atau tiang besi Penjepit kabel/klem dan pulley Rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SNI single mode berkonstruksi loose tube untuk aplikasi kabel udara SOP memasang kabel fiber optik udara PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melaksanakan pekerjaan pemasangan kabel fiber optik udara. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Jenis-jenis kabel fiber optik Membuat laporan Keterampilan Memasang klem dan pulley Menarik kabel fiber optik Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti Kerjasama 5. Aspek kritis Ketepatan memastikan jenis kabel fiber optik sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Ketepatan memastikan jari-jari lengkungan bending radius minimum 20 kali diameter kabel pada saat melalui rute tikungan/belokan KODE UNIT JUDUL UNIT Memasang Kabel Fiber Optik Tanam Langsung DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam memasang kabel fiber optik tanam langsung. 1. Merencanakan pemasangan Lokasi pemasangan kabel fiber optik diidentifikasi sesuai dengan instruksi. Kebutuhan peralatan, sarana dan material diidentifikasi sesuai instruksi. 2. Menyiapkan kabel fiber optik perlengkapan pendukung Kabel fiber optik dipersiapkan sesuai instruksi. Jenis kabel fiber optik dipastikan sesuai dengan spesifikasi. Peralatan dan perlengkapan pendukung disiapkan sesuai instruksi. Galian dipastikan siap sesuai dengan instruksi. 3. Melakukan pemasangan kabel fiber optik Gulungan kabel ditempatkan di salah satu ujung galian atau di tengah sesuai dengan kondisi lapangan. Penanda kabel dipasangkan pada salah satu ujung kabel menggunakan pita, tali, atau cat warna sesuai prosedur. Cable grip dan swivel dipasang pada ujung kabel sesuai prosedur. Roller ditempatkan dalam galian sesuai prosedur. Swivel disambungkan dengan tali sesuai prosedur. Cable winch ditempatkan di sisi penarikan sesuai prosedur. Kabel ditarik menggunakan cable winch atau menggunakan tenaga manusia sesuai dengan instruksi. Ujung kabel yang belum disambung atau diterminasikan harus ditutup dengan cable cap sesuai prosedur. Ujung kabel yang sudah diterminasikan harus dihubungkan dengan grounding sesuai prosedur. Galian ditutup sesuai prosedur. 4. Mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik Hasil pemasangan kabel fiber optik diperiksa kembali sesuai prosedur. Sisa kabel fiber optik, peralatan dan perlengkapan disimpan kembali sesuai prosedur. Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai prosedur. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk merencanakan pemasangan, menyiapkan kabel fiber optik dan perlengkapan pendukung, melakukan pemasangan kabel fiber optik, mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik, dan membuat laporan, yang digunakan untuk memasang kabel fiber optik tanam langsung pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Cable grip Swivel Roller Cable cap Alat untuk menaikan/menurunkan kabel Alat untuk menarik kabel Alat komunikasi Perlengkapan Kabel fiber optik tanam langsung Penanda kabel Rambu-rambu keselamatan kerja 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SNI single mode berkonstruksi loose tube untuk aplikasi tanam langsung SOP memasang kabel fiber optik tanam langsung PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melaksanakan pekerjaan pemasangan kabel fiber optik tanam langsung. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Jenis-jenis kabel fiber optik Membuat laporan Keterampilan Menarik kabel fiber optik Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti Kerjasama 5. Aspek kritis Ketepatan memastikan jenis kabel fiber optik yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Kecermatan memeriksa hasil pemasangan kabel fiber optik telah sesuai dengan instruksi kerja KODE UNIT JUDUL UNIT Memasang Kabel Fiber Optik Duct DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam memasang kabel fiber optik duct. 1. Merencanakan pemasangan Lokasi pemasangan kabel fiber optik diidentifikasi sesuai dengan instruksi. Kebutuhan peralatan, sarana dan material diidentifikasi sesuai instruksi. 2. Menyiapkan kabel fiber optik dan perlengkapan pendukung Kabel fiber optik dipersiapkan sesuai instruksi. Jenis kabel fiber optik dipastikan sesuai dengan spesifikasi. Peralatan dan perlengkapan pendukung disiapkan sesuai instruksi. Duct dipastikan siap sesuai dengan instruksi. 3. Melakukan pemasangan kabel fiber optik Haspel ditempatkan pada cable jack dan mengarah pada mulut manhole sesuai prosedur. Penanda kabel dipasangkan pada salah satu ujung kabel menggunakan pita, tali, atau cat warna sesuai prosedur. Pulling head/cable grip disambungkan dengan tali kawat penarik menggunakan swivel sesuai prosedur. Pulley dan roller dipasang sehingga dapat diputar dalam dua arah sesuai prosedur. Kabel ditarik dengan tenaga manusia maupun winch atau didorong menggunakan air blow equipment sesuai dengan instruksi. 4. Mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik Hasil pemasangan kabel fiber optik diperiksa kembali sesuai prosedur. Sisa kabel fiber optik, peralatan dan perlengkapan disimpan kembali sesuai prosedur. Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai prosedur. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk merencanakan pemasangan, menyiapkan kabel fiber optik dan perlengkapan pendukung, melakukan pemasangan kabel fiber optik, mengevaluasi hasil pemasangan kabel fiber optik, dan membuat laporan, yang digunakan untuk memasang kabel fiber optik duct pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Cable grip Roller Cable cap Pulley Air blow equipment Alat untuk menaikan/menurunkan kabel Alat untuk menarik kabel Alat komunikasi Perlengkapan Kabel fiber optik duct Penanda kabel Rambu-rambu keselamatan kerja 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SNI Single mode berkonstruksi loose tube untuk aplikasi duct SOP memasang kabel fiber optik duct PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melaksanakan pekerjaan pemasangan kabel fiber optik duct. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Jenis-jenis kabel fiber optik Membuat laporan Keterampilan Menarik kabel fiber optik Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti Kerjasama 5. Aspek kritis Ketepatan memastikan jenis kabel fiber optik sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Kecermatan memeriksa hasil pemasangan kabel fiber optik telah sesuai dengan instruksi kerja KODE UNIT JUDUL UNIT Mengoperasikan Power Meter DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam mengoperasikan power meter yang digunakan dalam pekerjaan. 1. Mempersiapkan power meter dan peralatan penunjang lainnya Aksesoris yang dibutuhkan disiapkan sesuai prosedur. Jenis detektor dipilih berdasarkan rentang panjang gelombang cahaya yang akan diukur. Zero offset adjustment/kalibrasi dilakukan sesuai dengan panduan penggunaan alat. Pengukuran dilakukan sesuai prosedur. Hasil pengukuran dicatat sesuai instruksi. 3. Merapikan dan membersihkan tempat kerja Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan sesuai prosedur. Power meter, fiber optik dan peralatan penunjang lainnya disimpan kembali pada tempatnya sesuai prosedur. Bahan laporan disiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk mempersiapkan power meter dan peralatan penunjang lainnya, melakukan pengukuran sinyal optik, merapikan dan membersihkan tempat kerja, serta membuat laporan, yang digunakan untuk mengoperasikan power meter pada bidang keahlian instalasi fiber optik. Aksesoris yang dibutuhkan antara lain adalah baterai, catu daya, patchcord fiber yang telah dipasangi konektor sesuai dengan jenis konektor pada power meter, bare fiber adapter konektor non permanen untuk dipasangkan pada fiber optik yang belum dipasangi konektor, alat pembersih konektor fiber optik kertas pembersih lensa, isopropyl alcohol, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Power meter Perlengkapan Buku panduan instruction manual power meter Bare fiber adapter Pembersih konektor fiber optik 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP mengoperasikan power meter PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam mengoperasikan power meter. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Pengetahuan mengenai satuan daya sinyal optik misalnya mW dan dBm Teori dan cara penggunaan power meter Keterampilan Menggunakan fitur-fitur yang tersedia pada power meter Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan memilih jenis detektor sesuai dengan panjang gelombang cahaya yang diukur Kecermatan membaca hasil pengukuran KODE UNIT JUDUL UNIT Memasang Konektor Fiber Optik DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk memasang konektor fiber optik. 1. Mempersiapkan kabel fiber optik yang akan dipasang konektor Kabel fiber optik dipersiapkan sesuai dengan spesifikasinya. Konektor dipilih sesuai dengan spesifikasi. Peralatan terminasi disiapkan sesuai prosedur. 2. Melakukan pemasangan konektor fiber optik Kabel fiber optik dikupas sesuai prosedur. Lem epoxy disuntikkan kedalam ferrule konektor sesuai prosedur. Ujung fiber optik dimasukkan ke ferrule konektor sesuai prosedur. Bagian crimp sleeve konektor dijepit dengan alat penjepit crimp tool sesuai prosedur. Strain relief boot konektor direkatkan sampai crimp sleeve tertutup sesuai prosedur. Fiber optik yang keluar dari ujung ferrule konektor dipotong sesuai prosedur. Konektor dibiarkan selama beberapa saat sesuai spesifikasi epoxy yang digunakan. Permukaan fiber yang telah terpasang konektor kemudian diasah dengan polishing film secara berulang sesuai prosedur. 3. Mengevaluasi hasil pemasangan konektor Permukaan fiber optik yang telah dipasang konektor diperiksa sesuai prosedur. Rugi loss diukur dengan menggunakan power meter sesuai prosedur. 4. Merapikan dan membersihkan tempat Sampah dan sisa kotoran sisa kerja dibersihkan dari tempat kerja sesuai prosedur. Peralatan dan sisa konektor disimpan kembali sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk mempersiapkan kabel fiber optik yang akan dipasang konektor, melakukan pemasangan konektor fiber optik, mengevaluasi hasil pemasangan konektor, merapikan dan membersihkan tempat kerja, serta membuat laporan, yang digunakan untuk memasang konektor fiber optik dengan menggunakan epoxy pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Alat terminasi fiber optik Konektor fiber optik Power meter Perlengkapan Alat pelindung diri Alat Tulis Kantor ATK 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP memasang konektor fiber optik PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam memasang konektor fiber optik. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Mengoperasikan Power Meter 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Jenis-jenis konektor fiber optik Prosedur pemasangan konektor fiber optik yang menggunakan epoxy maupun yang tanpa epoxy Keterampilan Memakai peralatan terminasi fiber optik Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan dalam menyiapkan jenis konektor sesuai dengan kebutuhan Ketepatan dalam menentukan kualitas permukaan fiber optik yang telah dipasang konektor Ketepatan dalam mengukur rugi loss dengan menggunakan power meter KODE UNIT JUDUL UNIT Melaksanakan Penyambungan Fiber Optik dengan Fusion Splicer DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menyambung fiber optik dengan alat fusion splicer. 1. Menyiapkan pekerjaan penyambungan fiber optik Fusion Splicer dilindungi dari debu dan pengotor lain sesuai prosedur. Perlengkapan keselamatan kerja disiapkan sesuai prosedur. Setiap bagian kabel fiber optik yang akan disambungkan selalu diberi tambahan panjang spare loop yang cukup sesuai prosedur. Kabel fiber optik dikupas sesuai prosedur. Kabel fiber optik yang sudah dikupas kemudian dibersihkan sesuai prosedur. 2. Melakukan penyambungan Lapisan pelindung coating fiber optik dikupas menggunakan fiber striper sesuai prosedur. Selubung pelindung protection sleeve dimasukan pada salah satu fiber optik yang akan disambungkan sesuai prosedur. Fiber optik yang telah dikupas dibersihkan sesuai prosedur. Fiber optik yang telah dibersihkan kemudian dipotong menggunakan fiber cleaver sesuai prosedur. Fiber optik yang akan disambungkan dipasang pada alur V V groove fussion splicer sesuai prosedur. Fussion splicer dioperasikan sesuai panduan penggunaannya. 3. Mengevaluasi hasil penyambungan fiber optik Nilai estimasi rugi sambungan/estimated splicing loss yang dihasilkan fusion splicer dievaluasi berdasarkan nilai yang diinstruksikan. Penyambungan ulang dilakukan bila nilai estimasi rugi sambungan/estimated splicing loss lebih besar dari nilai yang diinstruksikan. Hasil penyambungan kemudian dipasangi selubung pelindung protection sleeve sesuai prosedur. 4. Memberikan penanda labelling Penanda label disiapkan sesuai prosedur. Setiap sambungan diberi penanda label sesuai instruksi. Fiber optik yang telah disambung disimpan dalam wadah pelindungenclosure atau tray sesuai prosedur. 5. Merapikan dan membersihkan tempat kerja Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan dari tempat kerja sesuai prosedur. Fusion splicer dan peralatan penunjang lainnya disimpan kembali pada tempatnya sesuai prosedur. 6. Melaporkan hasil penyambungan fiber optik Bahan laporan disiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk menyiapkan pekerjaan penyambungan fiber optik, melakukan penyambungan, mengevaluasi hasil penyambungan, merapikan dan membersihkan tempat kerja, memberikan penanda labelling, dan melaporkan hasil penyambung fiber optik, yang digunakan untuk melaksanakan penyambungan fiber optik dengan fusion splicer pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Fusion splicer Perlengkapan Protection sleeves Fiber cleaver Fiber stripper Peralatan pembersih Penanda label Wadah pelindung tray, enclosure Buku panduan instruction manual dari semua peralatan 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP melaksanakan penyambungan fiber optik dengan fusion splicer PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam penyambungan fiber optik dengan alat fusion splicer. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Prinsip kerja fusion splicer Jenis kabel fiber optik Keterampilan Menggunakan alat-alat bantu untuk penyambungan kabel fiber optik Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Kehati-hatian dalam mengupas, membersihkan, dan memotong kabel fiber optik Kecermatan dalam mengiterpretasikan nilai estimasi rugi sambungan/estimated splicing loss yang dihasilkan fusion splicer Kehati-hatian dalam menyimpan fiber optik yang telah disambungkan ke wadah pelindungenclosure atau tray KODE UNIT JUDUL UNIT Melaksanakan Penyambungan Fiber Optik dengan Mechanical Splice DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk menyambung fiber optik menggunakan mechanical splice. 1. Menyiapkan pekerjaan penyambungan Lokasi penyambungan fiber optik diidentifikasi sesuai instruksi. Mechanical splice serta peralatan pendukung penyambungan disiapkan sesuai prosedur. 2. Melaksanakan pekerjaan penyambungan Kabel fiber optik dikupas dengan panjang sesuai spesifikasi mechanical splice. Kabel fiber optik yang telah dikupas kemudian dibersihkan sesuai prosedur. Ujung-ujung fiber optik yang akan disambungkan dipotong dengan alat pemotong fiber sesuai prosedur. Satu per satu ujung fiber optik dimasukkan ke mechanical splice sesuai prosedur. Fiber yang telah tersambung dikokohkan sesuai spesifikasi mechanical splice yang digunakan. Fiber-fiber optik yang telah tersambung diberi tanda label dan ditempatkan pada tempat pelindungnya enclosure atau tray sesuai prosedur. 3. Merapikan dan membersihkan tempat kerja Sampah dan sisa kotoran sisa kerja dibersihkan dari tempat kerja sesuai prosedur. Peralatan disimpan kembali sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai dengan prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit ini berlaku untuk menyiapkan pekerjaan penyambungan, melaksanakan pekerjaan penyambungan, merapikan dan membersihkan tempat kerja, dan membuat laporan, yang digunakan untuk melaksanakan penyambungan fiber optik dengan mechanical splice/teknik penyambungan dingin pada bidang keahlian instalasi fiber optik. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan Mechanical splice Alat pengupas fiber optik fiber striper Alat pemotong fiber optik fiber cleaver Perlengkapan Perlengkapan pembersih fiber optik Buku panduan instruction manual dari semua peralatan Penanda label 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP melaksanakan penyambungan fiber optik dengan mechanical splice PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melaksanakan penyambungan fiber optik menggunakan mechanical splice. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Jenis-jenis kabel fiber optik Jenis-jenis mechanical splice Keterampilan Mengupas, membersihkan dan memotong fiber optik Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan dalam mengupas kabel fiber optik yang akan disambungkan dengan panjang sesuai spesifikasi mechanical splice Kecermatan dalam memotong fiber optik menggunakan alat pemotong fiber hingga diperoleh permukaan potongan yang rata Kehati-hatian dalam memasukkan fiber optik ke mechanical splice KODE UNIT JUDUL UNIT Mengoperasikan OTDR Optical Time Domain Reflectometer DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam mengoperasikan Optical Time Domain Reflectometer OTDR. 1. Mempersiapkan pengoperasian OTDR Pengaturan/setting jenis fiber optik dipilih sesuai buku panduan penggunaannya. Pengaturan/setting nilai panjang gelombang dipilih sesuai buku panduan penggunaannya. Pengaturan/setting nilai indeks bias fiber ditentukan sesuai buku panduan penggunaannya. Pengaturan/setting jarak, resolusi dan lebar pulsa ditentukan sesuai buku panduan penggunaannya. 2. Melakukan pengukuran dengan OTDR Fiber optik dipasangkan ke OTDR sesuai prosedur. Fitur pengukuran dipilih berdasarkan instruksi. Hasil pengukuran disimpan di media perekaman data sesuai prosedur. 3. Merapikan dan membersihkan tempat kerja Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan dari tempat kerja sesuai prosedur. OTDR dan peralatan pendukung lainnya disimpan kembali sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk mempersiapkan pengoperasian OTDR, melakukan pengukuran dengan OTDR, merapikan dan membersihkan tempat kerja, serta membuat laporan, yang digunakan untuk mengoperasikan OTDR Optical Time Domain Reflectometer pada pada bidang keahlian instalasi fiber optik. Fitur pengukuran antara lain adalah pengukuran jarak/panjang fiber optik, rugi sambungan splice loss, rugi pantulan return loss, rugi lengkungan bending loss, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan OTDR Perlengkapan Jaringan fiber optik yang diukur Buku manual OTDR 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP mengoperasikan OTDR PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam mengoperasikan Optical Time Domain Reflectometer OTDR. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Tidak ada. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Prinsip kerja OTDR Fungsi fitur-fitur OTDR yang digunakan Keterampilan Mengoperasikan OTDR Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan memasangkan fiber optik ke OTDR sesuai dengan jenis konektor pada OTDR Ketepatan dalam memilih fitur-fitur pengukuran sesuai keperluan KODE UNIT JUDUL UNIT Melakukan Evaluasi Instalasi Fiber Optik Menggunakan OTDR DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam mengevaluasi instalasi fiber optik menggunakan Optical Time Domain Reflectometer OTDR. 1. Menentukan titik pengukuran awal near end dan titik pengukuran akhir far end Titik pengukuran awal near end ditentukan berdasarkan peta instalasi kabel fiber optik. Titik pengukuran akhir far end ditentukan berdasarkan peta instalasi kabel fiber optik. 2. Mempersiapkan OTDR dan peralatan pendukung OTDR dipersiapkan sesuai dengan panduan penggunaannya. Peralatan pendukung dipersiapkan sesuai prosedur. 3. Melaksanakan pengukuran menggunakan OTDR Panjang kabel diukur sesuai prosedur. Rugi sambungan splice loss diukur sesuai prosedur. Rugi pantulan return loss diukur sesuai prosedur. Rugi diantara dua titik lokasi two point loss diukur sesuai prosedur. Attenuasi attenuation fiber diukur sesuai prosedur. Rugi total total loss diukur sesuai prosedur. Rugi lengkungan bending loss diukur sesuai prosedur. Hasil pengukuran direkam sesuai prosedur. 4. Mengevaluasi hasil pengukuran menggunakan OTDR Hasil pengukuran/OTDR trace dianalisa sesuai instruksi. Hasil pengukuran dibandingkan dengan nilai yang diinginkan berdasarkan teori atau yang telah ditentukan oleh pemberi kerja. 5. Merapikan dan membersihkan tempat Sampah dan kotoran sisa kerja dibersihkan dari tempat kerja sesuai prosedur. OTDR dan peralatan pendukung disimpan kembali pada tempatnya sesuai prosedur. Bahan laporan dipersiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk menentukan titik pengukuran awal near end dan titik pengukuran akhir far end, mempersiapkan OTDR dan peralatan pendukung, melaksanakan pengukuran menggunakan OTDR, mengevaluasi hasil pengukuran menggunakan OTDR, merapikan dan membersihkan tempat kerja, serta membuat laporan, yang digunakan untuk melakukan evaluasi instalasi fiber optik menggunakan OTDR pada pada bidang keahlian instalasi fiber optik. Peralatan pendukung antara lain adalah alat pembersih konektor, bare fiber adapter, launching cable, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan OTDR Launching cable Perlengkapan Bare fiber adapter Pembersih konektor fiber optik Komputer dan piranti lunak pembaca OTDR trace Buku panduan instruction manual dari semua peralatan 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP melakukan instalasi fiber optik menggunakan OTDR PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam mengevaluasi instalasi fiber optik menggunakan Optical Time Domain Reflectometer OTDR. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Mengoperasikan OTDR Optical Time Domain Reflectometer 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Prinsip pengukuran menggunakan OTDR Keterampilan Menganalisis OTDR trace Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan Menggunakan komputer untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan dalam menentukan titik pengukuran awal near end dan titik pengukuran akhir far end Ketepatan membandingkan hasil pengukuran yang diperoleh dengan nilai teoritis atau nilai yang telah ditentukan oleh pemberi kerja KODE UNIT JUDUL UNIT Melakukan Troubleshooting atas Masalah pada Instalasi Fiber Optik DESKRIPSI UNIT Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam melakukan troubleshooting atas masalah pada instalasi fiber optik sehingga penyebab masalah dapat ditemukan dan diselesaikan. 1. Memeriksa instalasi fiber optik Komponen-komponen instalasi diidentifikasi sesuai prosedur. Masalah yang terjadi pada instalasi diidentifikasi sesuai prosedur. 2. Menyiapkan alat bantu deteksi masalah Peta as built drawing diidentifikasi sesuai instruksi. Alat bantu untuk deteksi masalah pada instalasi diidentifikasi sesuai instruksi. 3. Melakukan troubleshooting Penyebab permasalahan diidentifikasi sesuai instruksi. Penanganan masalah dilakukan sesuai prosedur. 4. Membuat laporan hasil troubleshooting Bahan laporan disiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk memahami instalasi fiber optik, menyiapkan alat bantu deteksi masalah, melakukan troubleshooting, dan membuat laporan hasil troubleshooting, yang digunakan untuk melakukan troubleshooting atas masalah teknis pada instalasi fiber optik pada bidang keahlian instalasi fiber optik. Alat bantu antara lain adalah visual fault locator, power meter, OTDR, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan OTDR Power meter Visual fault locator Alat ukur lainnya Perlengkapan Buku panduan instruction manual komponen-komponen instalasi Dokumen instalasi misalnya peta as built drawing 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP melakukan troubleshooting atas masalah pada instalasi fiber optik PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melakukan troubleshooting atas masalah pada instalasi fiber optik. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Mengoperasikan Power Meter Mengoperasikan OTDR 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Dasar-dasar troubleshooting Topologi jaringan fiber optik Keterampilan Memakai peralatan pendukung kegiatan troubleshooting instalasi fiber optik Menganalisis dan memecahkan masalah Menggunakan komputer untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan mengidentifikasi masalah yang terjadi pada instalasi fiber optik Ketepatan mengidentifikasi penyebabnya KODE UNIT JUDUL UNIT Melaksanakan Komisioning dan Uji Terima Acceptance Test Instalasi Fiber Optik DESKRIPSI UNIT Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan untuk melaksanakan komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik. 1. Merencanakan komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik Dokumen persyaratan administrasi disiapkan sesuai Jadwal kerja komisioning dan uji terima instalasi fiber optik dibuat sesuai instruksi. 2. Menyiapkan komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik Peralatan untuk melakukan komisioning dan uji terima disiapkan sesuai instruksi. Koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai prosedur. 3. Melaksanakan komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik Perlengkapan dan tata letak instalasi fiber optik diperiksa sesuai prosedur. Spesifikasi komponen instalasi fiber optik diperiksa sesuai prosedur. 4. Melakukan evaluasi hasil komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik Hasil-hasil pengukuran dievaluasi sesuai instruksi. Hasil evaluasi yang belum sesuai dengan spesifikasi diinformasikan kepada pihak terkait sesuai prosedur. 5. Membuat laporan hasil komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik Bahan laporan disiapkan sesuai instruksi. Laporan dibuat sesuai prosedur. BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel Unit kompetensi ini berlaku untuk merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, melakukan evaluasi, dan membuat laporan, yang digunakan untuk melaksanakan komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik pada pada bidang keahlian instalasi fiber optik. Dokumen persyaratan administrasi meliputi surat perintah kerja, ijin kerja, gambar kerja, blangko berita acara, persyaratan lingkungan, check list uji terima dan dokumen terkait lainnya Pihak terkait antara lain adalah kontraktor, pemberi kerja, pelaksana kerja, mandor, pengawas lapangan, dll. 2. Peralatan dan perlengkapan Peralatan OTDR Sumber cahaya light source Power meter Visual fault locator Alat ukur lainnya Perlengkapan Buku panduan instruction manual dari semua peralatan Dokumen kontrak 3. Peraturan yang diperlukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 4. Norma dan standar Norma Etika yang berlaku di tempat kerja Standar SOP melaksanakan komisioning dan uji terima instalasi fiber optik PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam melaksanakan komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik. Penilaian dilakukan dengan tes lisan, tertulis, peragaan, praktik dan/atau simulasi. Penilaian dilakukan di tempat kerja dan/atau Tempat Uji Kompetensi TUK. 2. Persyaratan kompetensi Mengoperasikan power meter Mengoperasikan OTDR Melakukan evaluasi instalasi fiber optik menggunakan OTDR 3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Pengetahuan Melakukan komisioning dan uji terima acceptance test Mengoperasikan peralatan OTDR, power meter, dan alat-alat ukur pendukung kegiatan komisioning instalasi fiber optik Keterampilan Melakukan interpretasi hasil pengukuran OTDR, power meter serta alat ukur lainnya Menggunakan lembar kerja yang diberikan untuk membuat laporan Menggunakan komputer untuk membuat laporan 4. Sikap kerja yang diperlukan Disiplin Teliti 5. Aspek kritis Ketepatan merencanakan jadwal kerja komisioning dan uji terima acceptance test instalasi fiber optik Ketepatan menentukan perlengkapan yang diperlukan Ketepatan menentukan hal-hal yang belum sesuai dengan spesifikasi teknis ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. Pada zaman sekarang ini, Serat Optik atau Kabel Fiber Optik telah begitu banyak dipakai para penyedia layanan internet dan juga telekomunikasi seiring kemajuan teknologi. Fiber Optik ini digunakan oleh mereka untuk keperluan seperti mengirimkan berbagai jenis gambar, data dan pesan suara. Pada dasarnya, komunikasi menggunakan kabel ini termasuk teknik transmisi data dari satu lokasi ke satu lokasi lainnya menggunakan pulsa cahaya. Kabel Fiber Optik tersusun dari bahan plastik dapat juga tersusun dari kaca yang dimana dapat mentransmisikan data dengan efektif dan cepat daripada kabel tembaga. Kabel atau Serat Optik satu ini telah banyak memegang peran dalam perindustrian telekomunikasi khususnya dalam bidang transmisi data. Bahkan telah diprediksikan nantinya Serat Optik akan menggantikan peran kabel tembaga sebagai media transmisi yang utama. Daftar IsiPengertian Fiber OptikFungsi Fiber OptikBagian – bagian Kabel Fiber Optik1. Core Inti2. Cladding Selubung3. Coating Pelapisan4. Outer Jacket Jaket LuarJenis – jenis Kabel Fiber Optik1. Single – Mode Fiber SMF atau Fiber Mode Tunggal2. Multi – Mode Fiber MMF atau Fiber Multi ModeKarakteristik Fiber OptikPrinsip Kerja Fiber OptikKelebihan Fiber Optik1. Bandwidth2. Kehilangan Daya yang Sangat Rendah3. Keamanan4. Fleksibilitas5. Biaya BahanKelemahan Fiber Optik1. Tidak dapat Dilipat dalam Radius Kecil2. Sangat Rentan terhadap Kerusakan3. Biaya Instalasi yang TinggiCara Instal Fiber Optik Fiber Optik merupakan salah satu jenis kabel yang terbentuk dari serat plastik halus atau serat kaca yang kegunaannya dapat digunakan dalam mentransmisikan sinyal cahaya. Sinyal cahaya yang ditransmisikan tersebut dapat berasal dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Sementara sumber cahayanya sendiri yang digunakan dalam proses transmisinya bisa berupa sinar LED dapat pula berupa sinar laser. Kabel Fiber Optik umumnya memiliki diameter berukuran sekitar 120 mikrometer yaitu sangat halus dan kecil bahkan dapat dikatakan lebih kecil jika dibandingkan dengan helaian rambut manusia. Untuk kecepatan transmisi dari komponen jaringannya terbilang sangat tinggi dengan adanya pembiasan cahaya dalam prinsip kerjanya. Keunggulannya jika dibandingkan dengan kabel konvensional seperti kabel tembaga, Kabel Fiber Optik ini mempunyai bandwidth yang lebih besar. Sehingga memungkinkannya untuk melakukan transmisi data lebih banyak dan lebih cepat. Dikarenakan memiliki kecepatan akses yang begitu tinggi, kini Fiber Optik menjadi komponen yang populer di bidang telekomunikasi sehingga sering dipakai sebagai saluran komunikasi. Tak ayal, Serat Optik menjadi satu pilihan yang sangat tepat sebagai kabel jaringan untuk suatu gedung yang memiliki beberapa lantai bahkan untuk keperluan jaringan antar gedung sekalipun. Fungsi Fiber Optik Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada dasarnya fungsi dari serat optik sama dengan kabel lainnya yaitu untuk mengkoneksikan jaringan antar komputer. Yang membuatnya berbeda adalah kemampuan serat optik dalam memberikan kecepatan akses dan transfer data yang tinggi. Tak hanya itu, dalam pengoperasiannya, serat optik tidak mengalami berbagai gangguan elektromagnetik seperti yang biasa terjadi pada kabel lainnya karena kabel ini tidak memiliki arus listrik. Oleh karena itu, perusahaan – perusahaan operator telekomunikasi sering melakukan pemasangan serat optik ini dalam mencapai tujuan tersebut. Bagian – bagian Kabel Fiber Optik 1. Core Inti Inti menjadi bagian yang berperan sangat penting dalam fiber optik, yaitu untuk mentransmisikan cahaya yang tersusun dari plastik halus atau serat kaca. Jika core yang dimiliki pada kabel fiber optik semakin besar,maka cahaya yang dapat ditransmisikan ke dalamnya pun akan semakin banyak pula. 2. Cladding Selubung Cladding adalah bagian atau komponen optik yang berada di luar yang mengitari core dengan fungsi sebagai pemantul gelombang cahaya kembali ke intinya. 3. Coating Pelapisan Dalam hal ini, coating umumnya terdiri atas berlapis – lapis plastik yang ditujukan untuk menjaga serat tetap kuat, menyerap goncangan, dan juga untuk memberikan perlindungan yang ekstra terhadap Fiber. Coating pada serat optik berguna sebagai pelindung fiber terhadap berbagai kerusakan dan kelembaban yang tersedia dari 250 mikron hingga 900 mikron lapisan penyangga. 4. Outer Jacket Jaket Luar Outer jacket merupakan lapisan yang menjadi pembungkus sekaligus pelindung bagi ratusan hingga ribuan serat optik yang disusun serta di bundle dalam suatu kabel fiber optik. Jenis – jenis Kabel Fiber Optik 1. Single – Mode Fiber SMF atau Fiber Mode Tunggal Fiber Mode Tunggal menjadi jenis fiber optik yang paling umum dipakai untuk mentransmisikan data dalam jarak yang lebih jauh. Fiber jenis ini mempunyai inti yang kecil dengan diameter sekitar 9 mikron serta mengirimkan sinar laser inframerah. Laser inframerah tersebut memiliki panjang gelombang mulai dari nanometer dan mencapai hingga nanometer. Oleh karena diameter kecil yang dimilikinya, hal tersebut memungkinkan hanya ada satu mode cahaya yang dipakai untuk merambat. Jumlah pantulan cahaya yang dibentuk pada saat cahaya melewati core akan berkurang dan nantinya dapat menurunkan attenuation atau pelemahan. Sehingga kemampuan sinyal yang dihasilkan dapat bergerak lebih jauh. 2. Multi – Mode Fiber MMF atau Fiber Multi Mode Fiber Multi – mode dirancang secara khusus untuk melakukan transmisi dengan lebih banyak sinar cahaya dalam satu waktu. Dimana masing – masing sudut pantulannya sedikit berbeda pada core serat optiknya. Fiber tipe ini biasanya dipakai dalam mentransmisikan data yang jangkauan jaraknya relatif lebih dekat. Fiber Multi – mode mempunyai inti yang lebih besar dengan diameter sekitar 62,5 mikron serta mentransfer cahaya inframerah. Cahaya inframerah yang ditransfer tersebut memiliki panjang gelombang mulai dari 850 nanometer sampai nanometer jika diukur dari LED. Karena diameter besar yang Fiber Multi – mode miliki, jumlah pantulan cahaya yang dibentuk saat cahaya melewati core menjadi bertambah. Sehingga hal tersebut membuat kemampuan serat optik dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak pada waktu yang sama. Karakteristik Fiber Optik Pada jaringan komputer, kabel fiber optik mempunyai beberapa ciri khas atau karakteristik. Beberapa karakteristik tersebut diantaranya yaitu 1. Fiber optik dapat bekerja dengan kecepatan tinggi yaitu dalam satuan gigabyte per detik. 2. Dengan menggunakan Fiber Optik, dapat membawa paket – paket yang memiliki kapasitas besar. 3. Diameter yang dimiliki sekitar 120 mikrometer. 4. Jika dihitung, biaya rata – rata per node – nya terbilang cukup mahal. 5. Mempunyai konektor dan media yang berukuran kecil. 6. Fiber optik dapat bertahan terhadap interferensi elektromagnetik. 7. Jarak jangkauan transmisi data yang dapat ditempuh lebih jauh kira – kira 2 hingga 60 kilometer. Prinsip Kerja Fiber Optik Fiber optik beroperasi dengan cara mentransmisikan informasi dan data berupa gelombang cahaya. Berbeda hal dengan kabel tembaga yang dimana bekerja dengan cara mentransmisikan data menggunakan arus listrik. Fiber optik menggunakan sinar cahaya yang diubah dari yang sebelumnya aliran arus listrik kemudian digunakan untuk mentransmisikan data. Serat optik mendistribusikan data berupa partikel cahaya yang berbentuk denyutan pulsa digital lewat kabel fiber optik. Kemudian pada masing – masing fiber optik yang mempunyai indeks bias berbeda, core dan cladding membiaskan cahaya yang masuk dalam sudut tertentu. Pada saat sinyal cahaya dikirim melalui serat optik, core dan cladding akan memantul dalam serangkaian bouncing zig – zag. Serangkaian pantul tersebut memantul mengikuti proses yang dikenal dengan nama Refleksi Internal Total. Yang sangat penting untuk diketahui adalah sinyal cahaya yang ada pada serat optik tidak dapat bergerak sesuai kecepatan cahayanya. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari lapisan kaca yang berbentuk lebih padat. Sinya cahaya pada kabel serat optik hanya dapat bergerak lebih lambat dari kecepatan cahayanya sekitar 30%. Agar dapat memperbarui dan meningkatkan sinyal dalam perjalanannya, transmisi oleh serat optik terkadang memerlukan repeater dalam interval jarak tertentu. Repeater tersebut dipakai untuk mengkonversikan sinyal optik yang berupa cahaya menjadi sinyal listrik. Setelah itu, sinyal listrik diproses dan ditransmisikan kembali menjadi sinyal optik. Kelebihan Fiber Optik Terdapat beberapa kelebihan yang Fiber Optik miliki, diantaranya adalah sebagai berikut 1. Bandwidth Sistem komunikasi fiber optik dapat mengirimkan lebih banyak data dan informasi jika dibandingkan dengan kabel tembaga. Fiber optik juga sangat sesuai apabila digunakan dalam pengaplikasian komunikasi digital. Serat dapat mengangkut data dalam kapasitas besar karena kapasitas bandwidth sendiri juga terbilang lebih besar. Data dapat dengan mudah ditransmisikan dalam kecepatan yang sangat tinggi yang umumnya 1,6 TB/detik di lapangan. Berdasarkan fakta tersebut, internet pada generasi berikutnya nantinya akan didasarkan pada cahaya Light Fidelity atau LiFi. 2. Kehilangan Daya yang Sangat Rendah Fiber optik menawarkan kelebihan dimana dalam pengoperasiannya, daya yang hilang nantinya akan sangat rendah. Sinyal pun dapat ditransfer menuju jarak yang lebih jauh lagi. Sinyal hilang yang sangat rendah pada fiber optik berkisar antara 0,3 dB/km. Maka dari itu, pengulang optik tidak akan dibutuhkan lagi bagi pengoperasian dengan jarak yang relatif jauh. Kabel fiber optik ini kebal terhadap adanya interferensi elektromagnetik serta tidak menghasilkan interferensi ketika beroperasi sehingga jika dibandingkan dengan kabel tembaga, kabel fiber optik memiliki keunggulan yang lebih baik. 3. Keamanan Dengan kualitas tinggi yang serat optik ini miliki, maka tentunya komunikasi dan kinerja kerahasiaan akan terjaga dengan baik sehingga akan sulit untuk disadap. Hal tersebut terjadi karena serat optik tidak memancarkan energi elektromagnetik. 4. Fleksibilitas Serat optik memiliki diameter yang lebih kecil dan berat yang jauh lebih ringan daripada kabel tembaga. Sehingga serat optik pun hanya memerlukan ruang yang sangat sedikit dengan kabel yang kapasitas informasinya sama. Meskipun begitu dalam produksi dan pemasangannya, kabel fiber optik lebih mudah dari kabel tembaga. 5. Biaya Bahan Secara drastis, kabel fiber optik memiliki harga yang lebih miring dibanding kabel tembaga. Sehingga hal tersebut memungkinkan adanya pengurangan biaya pemasangan kabel baru atau biaya untuk merawat kabel lama. Kelemahan Fiber Optik Selain mempunyai banyak kelebihan, tentunya fiber optik juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu Anda pertimbangkan. Beberapa kelemahan tersebut antara lain yaitu 1. Tidak dapat Dilipat dalam Radius Kecil Jika kabel fiber optik dililitkan dalam radius yang cukup kecil, fiber optik dapat dengan mudah patah serta kehilangan transmisi. Akan tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan cara membungkus fiber optik menggunakan jacket plastik atau sarung. Sehingga dapat mempersulit adanya penekukan dan pembengkokan kabel fiber optik dalam radius kecil. 2. Sangat Rentan terhadap Kerusakan Daripada kabel tembaga, fiber optik memerlukan lebih banyak perlindungan, terutama di sekitar kabelnya. Ukuran serat optik yang begitu kecil dan padat membuatnya rentan rusak maupun terpotong selama proses pemasangan atau keperluan konstruksi. Maka dari itu, diperlukan kegiatan khusus dalam mengatasi pencadangan dan pemulihannya jika Anda memilik kabel ini untuk digunakan sebagai media transmisi. 3. Biaya Instalasi yang Tinggi Dalam pemasangannya, kabel serat optik memerlukan biaya yang lebih mahal dan harus diinstal oleh spesialis pemasangannya sendiri. Karena pada dasarnya, fiber optik tidak sekut kabel tembaga sehingga dalam pemasangannya diperlukan kehati – hatian dan ketelitian. Selain itu, dibutuhkan pula alat uji khusus dalam penginstalasian kabel serat optik ini. Cara Instal Fiber Optik 1. Anda perlu menyiapkan kabel fiber optik yang masih dalam keadaan utuh dan belum disentuh sebagai langkah awal. 2. Kemudian kupaslah kulit terluar dari kabel serat optik ini. Dalam hal ini Anda hanya perlu mengupas pembungkus kabel hitamnya dan sisakan kabel yang berwarna biru. 3. Pada bagian kabel yang berwarna biru, olesilah dengan alkohol dengan tujuan untuk membersihkan gel yang masih menempel di permukaan kabelnya. 4. Lalu kupaslah kabel biru tadi dengan menggunakan cutter. Perlu kehati – hatian dan ketelitian pada tahap ini. Jangan sampai kabel bagian dalamnya ikut terkelupas. 5. Selesai dikupas, nantinya akan terlihat isinya yang berupa kabel berjumlah 4 helai. Pastikan bahwa helaian – helaian tersebut tidak sampai patah. 6. Olesi dengan alkohol helaian – helaian tadi supaya tidak saling menyatu. Dan pisahkan masing – masing helaian tersebut dimana 4 helaian itu berwarna biru, hijau, orange, dan coklat. 7. Dalam lapisan helai tadi, ada lapisan kaca lagi. Namun itu belum mencapai core dari fibernya sehingga untuk itu Anda membutuhkan alat pengupas. 8. Kupaslah dengan perlahan kulit pembungkus helai tersebut menggunakan alat pengupas. 9. Apabila sudah terkelupas, Anda perlu menyiapkan lem untuk fibernya. Terdapat 2 cairan dimana yang satu dioleskan ke fibernya dan sisanya disuntikkan ke konektor. Dengan perlahan kemudian masukkan fiber ke dalam konektor. Yang perlu diingat dalam hal ini adalah jangan sampai lemnya mengering karena apabila sudah begitu, fiber tidak dapat ditarik kembali. 10. Selanjutnya, potonglah fiber menggunakan pemotong. Apabila hasil potongan yang telah dilakukan bagus, maka kemungkinan menggosok – gosoknya tidak akan lama. 11. Terakhir, periksalah hasil potongan fiber dengan menggunakan mikroskop. Demikianlah penjelasan lengkap mengenai Fiber Optik mulai dari Pengertian, Fungsi, Bagian – bagian, hingga Cara menginstal fiber optik. Semoga informasi tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat bagi Anda. Terimakasih. Muhammad Reza Furqoni atau biasa disapa Reza adalah founder dan CEO di Sebelum mendirikan ia dikenal sebagai seorang mahasiswa dan aktif menulis artikel terkait perkembangan dunia teknologi. ο»ΏJaringan Serat Optik Implementasi ,Field Ops,Maintenance dan Topologi FFTH at Shelter , Rekomendasi Trouble Shot dan pengenalan Awal , hingga memahami jaringan FO Myrepublic Is The Best for FFTH Indonesia By Samsi Rudali Hak paten Independent Prosedur penyambungan kabel fiber optic. Penyambungan serat optik adalah proses penyambungan dua atau lebih serat. Apakah Anda menggunakan jaringan fiber optik baru atau memperluas jaringan yang ada, Anda perlu memastikan bahwa serat terhubung dengan benar untuk menghindari gangguan penyambungan biasanya digunakan untuk menyambungkan kembali kabel fiber optik jika terjadi kegagalan yang tidak disengaja, atau untuk menggabungkan dua serat bersama-sama untuk membuat serat yang cukup panjang untuk pemasangan kabel yang dua cara untuk menghubungkan mekanisKoneksi fusiDari kedua metode tersebut, sambungan mekanis dapat dilakukan jauh lebih cepat daripada sambungan yang menyatu. Sambungan mekanis adalah sambungan dua atau lebih serat yang disejajarkan dan diikat bersama oleh dilakukan, tetapi penyambungan mekanis meningkatkan kehilangan penyisipan. Oleh karena itu, penyambungan mekanis hanya ideal untuk restorasi cepat atau sementara, bukan sambungan paling umum untuk menghubungkan serat adalah penyambungan fusi, yang menggunakan busur listrik untuk menyatukan serat secara permanen. Metode ini jauh lebih umum daripada penyambungan mekanis karena memiliki kehilangan terendah, reflektansi terendah, dan ikatan terkuat antara fusi serat FiberPenyambungan fusi adalah proses yang sangat rumit. Jika tidak dilakukan dengan benar, serat mungkin tidak terhubung dengan benar dan dapat mempengaruhi sinyal. Umumnya ada lima langkah berbeda saat melakukan sambungan Kupas seratnyaLapisan polimer pelindung di sekitar serat optik harus dilepas atau dilepas untuk memulai fusi serat. Ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat penari telanjang mekanis, mirip dengan sepasang penari telanjang kawat. Ingatlah untuk membersihkan alat pengupasan sebelum memulai proses Pembersihan seratSetelah melepas lapisan dari serat, saatnya untuk membersihkan serat telanjang. Gunakan 99,9% isopropil alkohol IPA dan lap bebas serat untuk menjaga kaca tetap Pemotongan seratGolok yang baik sangat penting untuk penyambungan fusi yang berhasil. Golok memotong serat dan memotongnya hingga bersih, daripada menarik atau menekuknya untuk memotong serat. Ini meratakan permukaan ujung dan membuatnya tegak lurus terhadap sumbu Fusi seratSetelah membuka serat c, sekering dengan fusion splicer. Pertama, Anda perlu menyelaraskan ujung serat di splicer. Setelah disejajarkan dengan benar, busur listrik melelehkan serat dan mengelas kedua ujungnya secara Perlindungan seratSetelah serat berhasil menyatu, aplikasikan kembali pelapis atau gunakan pelindung sambungan untuk melindungi serat Juga Sejarah fiber opticCara pengujian hasil penyambungan kabel fiber optikSebelum memasang jaringan serat optik Anda, salah satu langkah terpenting yang dapat Anda ambil untuk memastikan bahwa data akan dikirimkan dengan benar adalah menguji kabel dan konektor Anda untuk kontinuitas. Tutorial ini akan membantu Anda mengetahui apakah kabel dan konektor serat Anda cocok untuk transmisi hanya dalam beberapa langkah 1Pasang pelacak serat optik atau pencari kesalahan visual Anda ke konektor kabel yang sedang diujiLangkah 2Mengirim sinyal cahaya ke kabel. Saat Anda melakukan ini, perhatikan baik-baik ujung kabel yang lain. Jika cahaya terdeteksi di inti serat, ini berarti tidak ada kerusakan pada serat, dan kabel Anda layak 3Dengan menggunakan mikroskop serat, periksa ujung serat konektor untuk memastikan ujungnya dipoles dengan mulus dan mampu memberikan penyambungan dan transmisi yang efektif. Berikut cara singkat Instalasi atau Terminasi Fiber Optik pertama2 siapkan fisik dan mental , jangan lupa banyak minum air putih Siapkan kabel fiber optik yang akan di terminasi dalam hal ini kabel yang masih utuh tanpa di sentuh apapun Kupas kulit terluar dalam hal ini pembungkus kabel hitam sepeti gambar dibawah, jangan lupa sisakan kabel yg berwarna biru Setelah itu coba oleskan alcohol pada bagian kabel warna biru untuk membersihkan gel yang ada pada permukaan kabel itu Nah ini dia bagian paling seru, coba kupas kabel warna biru tersebut, caranya bisa menggunakan cutter, hati2 jangan sampai kabel bagian dalam terluka Setelah selesai nanti akan kelihatan isinya berupa kabel dengan jumlan 4 helai seperti helai rambut . hati2 bro jangan sampai patah , coba oleskan juga alcohol agar helai itu tidak menyatu, coba pisahkan masing2 helai itu,dimana berupa helai dengan warna biru,hijau,orange dan coklat Nah didalam lapisan helai itu adalagi lapisan kaca tapi belum core/inti fiber nya. untuk itu diperlukan alat pengupas seperti di bawah. Kupas perlahan2 kulit pembungkus helai itu dengan alat pengupas seperti dibawah Setelah terkupas anda siapkan lem untuk fiber nya. terdiri dari 2 cairan satunya di oleskan ke fiber nya dan satunya di suntikkan ke konektor perlahan2 anda masukkan fiber nya ke konektor, ingat jangan sampai terlambat, jika terlambat maka lem nya akan mengering dan fiber tidak bisa di tarik lagi. Kemudian silahkan potong fiber nya menggunakan pemotong yang sudah hasil potongannya bagus maka kemungkinan peluang menggosok2 nya tidak lama Sesekali teropong menggunakan microscope untuk melihat hasil potongan/gosokan fiber nya pasang konektor dengan cara menjepit menggunakan alat berikut kemudian siapkan alas dan alat penggosoknya serta teropong jika cara potongnya bagus, maka waktu menggosoknya mungkin tdk lama , jika sempurna ,maka hasil teropongnya terdapat 1 lingkaran luar dan 1 lingkaran dalam yang utuh bulat nya. selamat mencoba Dan terakhir jangan lupa selalu menggunakan alat pengaman, misalnya kacamata pelindung, sehingga pada saat terminasi potongan2 fibernya tdk masuk ke mata efeknya tdk di tanggung bro Sumber

cara pemasangan kabel fiber optik